7 Lagu yang Bikin Sedih Bahkan Nangis

Seperti halnya internet, musik juga jadi sesuatu yang mengisi hari-hari gua. Sebab senang rasanya ketika kita enggak bisa menyampaikan perasaan secara langsung tapi ada musik yang mampu mewakilinya.

Lalu entah kenapa kali ini gua sangat ingin berbagi playlist pada semua orang tentang lagu-lagu yang membawa gua pada kepiluan. Lagu-lagu yang membuat gua mengingat sesuatu dan merenunginya. Bahkan kadang buat gua menitikan air mata. #AkuLemahKakak

Ya abisnya gimana, hidup memang gak melulu soal bahagia. Ada perasaan lain yang membuat kita lengkap sebagai manusia, dan itu patut disyukuri.

Dan saran gua untuk kalian yang mau dengerin lagu-lagu ini: dengarkanlah saat dalam keadaan tenang. Gak sambil buru-buru atau marah-marah, apalagi sambil ngelatih lumba-lumba. Jangan.

Lagu-lagu itu adalah…

1. Ibu – Iwan Fals

Dari judulnya aja kita udah tau lagu ini berisi tentang apa. Mendengar lagu ini membuat otak gua menarik banyak gambaran tentang nyokap. Mengingat jasa-jasa yang beliau beri ke gua tanpa pamrih. Beliau juga selalu melakukan yang terbaik untuk keluarganya tanpa terkecuali. Dan yang terpenting, beliau selalu menepis gosip yang dihembuskan tetangga kepada keluarga kami.

Yeah!

Hidup Mamah!

Tolong ringankan syarat jodoh yang kau berikan padaku!

Pokoknya kebaikan beliau gak ada duanya, dan sekeras apapun gua berusaha membalasnya pasti gak akan bisa. Jadi rasanya enggak berlebihan penggalan lirik dari lagu di atas: “Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu kumembalas, Ibu…”

2. Terima Kasih Ayah – Opick ft. Adiba

Ini adalah lagu yang sebenarnya paling males gua dengerin, sebab pasti membangkitkan memori-memori tentang bokap dan bikin sedih. Kepergian beliau yang mendadak begitu memukul gua saat itu. Gua yang baru balik kerja dipaksa melihat bendera kuning di depan rumah yang betuliskan nama bokap.

Kalau dikasih pilihan: uang 100 juta atau nangis, pasti gua bakal tetep nangis. Meskipun juga pengen uang itu.

Secara keseluruhan lagu ini menyentuh banget. Penggalan lirik demi liriknya bener-bener gua rasakan dan seolah juga menjadi pesan buat bokap yang udah damai di sana. Mudah-mudahan.

Good job Opick and Adiba!

3. Perfect – Simple Plan

Masih soal ayah. Kalau lagu sebelumnya tentang syukur atas kehadiran seorang ayah, lagu ini malah sebagai permohonan maaf seorang anak kepada ayahnya karena gak bisa jadi seperti yang ia mau. (Cerita di balik lagu Perfect – Simple Plan)

Lagu ini mengingatkan gua pada bokap yang berharap gua jadi anggota polisi atau TNI supaya bisa melindungi keluarga. Tapi dengan polosnya gua menolak itu dan tetep perjuangkan apa yang udah jadi cita-cita gua sejak SMK: desainer grafis. Sayangnya, sebelum gua berhasil buktikan ke beliau kalau gua bisa sukses lewat jalan ini, ia keburu pergi.

“Now it’s just too late, and we can’t go back. I’m sorry, I can’t be perfect.”

4. Tiada – Efek Rumah Kaca

Orang bikin lagu tentang pertemanan itu biasa, tentang orangtua juga biasa, apalagi tentang cinta… biasa banget. Tiada adalah lagu yang bercerita dari sudut pandang orang meninggal. Iya, orang meninggal. Gila gak tuh?

Lagu ini sukses bikin gua merinding saat pertama kali mendengarnya. Mengingatkan kita akan kematian yang pasti tiba: cepat atau lambat. Tapi kematian di sini enggak dibahas secara mengerikan, melainkan jadi sesuatu yang biasa aja. Itu terlihat dari lirik yang berbunyi:

Akhirnya aku usai juga… Kini aku lengkap sudah…

Lagu Tiada ini sebenarnya potongan dari lagu Putih di album Sinestesia. Lagu Putih sendiri merupakan gabungan dari 2 lagu yang berbeda. Gua ambil Tiada-nya doang karena ini part yang paling gua suka.

5. Lagu Kesepian – Efek Rumah Kaca

Feel lagu ini akan terasa banget kalau didengar saat kita lagi betul-betul merasa kesepian. Misalnya kehilangan pasangan, teman, keluarga, pekerjaan, atau bahkan kombo keempatnya.

Galau boleh, tapi jangan kelamaan. Ingat aja kalau hari esok harus lebih baik dari hari ini, supaya kita gak jadi orang-orang yang merugi. #BOOM

6. Negri Ngeri – Marjinal

Genre asli lagu ini adalah punk rock, tapi sengaja gua cantumin yang akustik biar lebih ramah di banyak telinga.

Secara keseluruhan lagu ini menceritakan apa yang terjadi pada Indonesia hari ini. Seperti pengangguran yang merebak luas, kemiskinan merajalela, pedagang kaki lima tergusur, dan masih banyak lagi.

Gua pun menyadari satu hal dari lagu ini: Indonesia bukan cuma milik mereka yang duduk di gedung pemerintahan. Tapi Indonesia juga punya seluruh masyarakat Indonesia. Maka wajib bagi kita untuk berkontribusi merawat dan mengembangkan negara ini.

Satu kutipan yang keren banget dari Superman Is Dead:

Di zaman yang makin tidak jelas ini, menjadi netral bukanlah solusi. Jika kamu bukan bagian dari solusi maka kamu bagian dari masalah.

AIH TSADIS!

7. We Will Not Go Down – Michael Heart

Apa masih ada dari kita yang belum mendengar lagu ini?

Lagu yang memberi kita gambaran tentang kejahatan HAM yang terjadi di belahan bumi sana. Lagu yang menembus dada manusia berperasaan. Sekaligus lagu yang menyerukan perlawanan terhadap penjajahan.

Gua yakin siapapun yang hatinya hidup akan setuju kalau apa yang dilakukan Israel adalah tindakan biadab. Membantai, merampas, memperkosa, bahkan menjual organ tubuh mayat-mayat orang Palestina.

Gua berharap tragedi semacam ini segera berakhir dan gak terulang di daerah lainnya. Udah cukup kegaduhan di bumi ini. Dan tidakkah kita rindu indahnya perdamaian?

Bergeraklah untuk kebaikan, sebab kerusakan terjadi bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik.

Sampai ketemu di postingan berikutnya! :)

Gosip Tidak Untuk Dilestarikan

Dari dulu gua adalah tipe orang yang seneng bergaul di tongkrongan ataupun komunitas. Selain menambah wawasan, hal itu juga bisa membuat hati terasa lega karena jadi ajang berbagi keresahan.

Tapi makin lama gua mulai menyadari sesuatu yang kurang menyenangkan saat lagi ngumpul sama temen-temen. Yaitu ketika salah satu dari kita mulai ada yang ngomongin orang lain yang lagi gak hadir dipertemuan itu.

Dimulai oleh satu orang lalu disambung oleh yang lainnya. Mulai dari kebaikannya sampai aib terburuknya. Ibaratnya, orang yang lagi diomongin itu ‘ditelanjangin’ sebadan-badan. Dan sampai sini gua mulai curiga mereka mempelajari teknik bergosip dari host-host di acara tv.

Bagian paling menyeramkan dari aktifitas ini adalah ketika si ‘objek obrolan’ itu hadir lalu orang-orang yang sebelumnya ngomongin dia mendadak jadi baik. Dan yang jadi objek obrolan selanjutnya ialah orang lain yang enggak hadir di pertemuan itu. Hiii.

Gua jadi mikir, apa mereka juga melakukan hal yang sama ketika gua gak ada?

Entahlah.

Harus diakui bahwa gosip memang telah jadi sesuatu yang umum di masyarakat kita, tapi gua rasa ini bukan kebiasaan baik yang perlu dilestarikan turun-temurun. Harus ada generasi pemutusnya. Terus kalau bukan kita, siapa lagi?

Setau gua, kalau kejelekan yang dibicarakan itu benar adanya, maka jadinya ghibah. Dosanya sama kayak memakan bangkai saudaranya sendiri. Sedangkan kalau kejelekan itu dibuat-buat, atau salah dari kenyataannya, maka jadinya fitnah. Kita semua tau fitnah itu lebih keji dari pembunuhan.

Kata Aa Gym dalam salah satu bukunya, jika pernah bergosip maka bertobatlah, mintalah ampun kepada Allah dan jangan sekali-kali mengulanginya, kecuali perbincangan yang dilakukan sebagai upaya untuk menolong dan memperbaiki kekurangan seseorang, bukan untuk sekedar membicarakan aibnya, apalagi untuk menyebarkannya.

Lagian, maksud gua, kenapa kita harus repot-repot ngebongkar kejelekan orang lain, bukannya lebih baik kalau kita fokus memperbaiki diri sendiri yang juga masih banyak kurangnya?

Dan apa gak ada topik obrolan lain yang lebih menyenangkan daripada itu?

Apakah kekalahan klub bola jagoan seseorang gak cukup jadi modal buat ngecengin dia di tongkrongan?

Mungkin pedihnya gak jauh beda sama ketika dia tau kejelekan-kejelekannya diomongin.

Gua menulis ini bukan berarti udah merasa jadi manusia suci. Gua pun pernah terbawa suasana di tongkrongan sampai-sampai ikut ngomongin orang lain. Untungnya, Allah menyadarkan gua bahwa itu bukanlah tindakan yang baik. Makanya gua coba menulis ini biar temen-temen gak melakukan hal serupa. Terlebih, sebagai pengingat diri gua sendiri untuk ke depannya.

Ngomongin kejelekan orang lain gak membuat kita terlihat lebih baik dari dia. Dan juga gak bisa membuat dia langsung berubah jadi baik. Mungkin kalau mau kasih masukan atau kritik lebih baik sampaikan langsung ke orang yang bersangkutan. Bukan dengan cara ngomongin kejelekannya dari belakang.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga lisan, supaya ke depannya gak merugikan orang lain apalagi diri sendiri.

Dan gua ingin tutup postingan ini dengan kutipan yang lagi-lagi dari Aa Gym:

Makin banyak bicara, makin banyak peluang untuk tergelincir lidah. Dan kalau sudah tergelincir lidah, selain berdosa juga kehormatan kita akan runtuh. Tapi orang yang banyak bicara tak selalu berarti buruk. Yang buruk itu adalah orang yang banyak membicarakan keburukan.

Asoy~

10 Akun Unik dan Keren di Instagram

Udah beberapa tahun belakangan ini gua jadi pengguna aktif Instagram. Mulai dari mengelola akun pribadi, perusahaan, sampai proyek iseng-iseng enggak berhadiah. Dan selama itu pula gua mendapati akun-akun yang bikin gua bergumam “anjay”, “idih”, bahkan “kampret!”.

Serius, bagi gua, Instagram seperti memiliki sisi magis tersendiri berkat akun-akun ajaib di dalamnya. Makanya sayang banget kalau sampai saat ini masih ada orang yang enggak main Instagram, apalagi kalau alasannya karena belum bisa move on dari Friendster. Ya ampun, pasti Mark Zuckerberg sedih banget.

Untuk itu, di postingan ini gua akan berbagi keindahan Instagram pada siapapun yang ingin. Yaitu dengan menunjukkan 10 akun unik dan keren yang gua temukan udah lama maupun baru-baru ini. Barangkali bisa menjadi hiburan, inspirasi, atau bahkan menambah wawasan kita semua. Tapi andai kata yang terjadi malah sebaliknya tolong dimaafkan, mungkin selera kita berbeda, tuhan kita yang satu. #ANJAY

Oke, langsung aja. Ini dia 10 akun unik dan keren di Instagram!

1. Double Expo (@double_expo)

Akun ini memposting gambar dari banyak creator di seluruh dunia. Kontennya didominasi oleh gambar-gambar hasil manipulasi yang super keren. Sebagian besar konsepnya adalah mematahkan realitas yang sesungguhnya. Gua selalu merasa logika gua diacak-acak saat melihat gambar-gambar di akun ini. Dan ini merupakan salah satu akun yang paling gua suka di Instagram. Bahkan saking sukanya gua pernah ikut-ikutan ngedit gambar kayak yang ada di akun ini, dan hasilnya begini:

photo manipulation5

2. Weijiang (@orhganic)

Selain penuh dengan warna hitam-putih, akun ini juga memperlihatkan kita keindahaan gambar yang terstruktur. Beberapa gambar terlihat saling berkaitan dan membentuk gambar baru yang lebih keren. Salut banget sama mas Weijiang!

weijang2weijang

3. Elia Colombo (@gebelia)

Abis menikmati keindahan fotografi di akun Weijiang sekarang kita bakal beralih ke vector. Akun milik Elia Colombo ini menyuguhkan kita keunikan gambar dalam bentuk vector. Seolah-olah tiap gambarnya menyampaikan pesan tersendiri. Dan mungkin nyatanya memang begitu, sebab Elia sendiri menyebut dirinya philosopher di bio Instagram-nya.

Ini beberapa karya Elia Colombo:

vector illustration

4. Junanto Herdiawan (@junantoherdiawan)

Yang satu ini Instagrammer asal Indonesia. Keunikan akunnya terletak pada foto-fotonya yang sebagian besar menggunakan teknik levitasi. Buat temen-temen yang barangkali belum tau, levitasi adalah teknik fotografi di mana objek dalam foto tersebut terlihat seperti melayang. Ya kayak gambar di bawah ini:

levitation.jpg

Untungnya ini cuma dilakukan dalam foto, gak kebayang kalau sehari-hari mas Junanto beneran melayang, pasti buang air besarnya susah, kan gak ada tumpuan buat ngeden. Eh, maap.

5. Kembalian Sasa (@jokesreceh)

Nah, akun yang satu ini gak akan memberi kalian visual yang oke layaknya akun-akun yang gua sebutkan sebelumnya. Ini adalah akun lucu-lucuan yang bobot komedinya receh banget. Itulah kenapa dinamakan Kembalian Sasa. Tapi anehnya, banyak orang yang terhibur sama akun ini. Gua bahkan ngakak parah saat melihat 4 postingan berikut:

Meski banyak yang terhibur, banyak juga yang kesel sama kerecehan akun ini. Kata-kata yang paling sering gua liat di komentarnya adalah “Ya Allah, ingin berkata kasar…”

6. Bryan Furran (@bryan_furran)

Banyak konten video menghibur di Instagram, mungkin yang paling umum berasal dari akun Indovidgram, komunitas pembuat video Instagram Indonesia. Tapi gua sarankan kalian juga cek akunnya Bryan Furran, seorang Viner yang memposting ulang video-videonya di Instagram. Sumveh, lucu-lucu! Dan yang keren dari Bryan ialah dengan durasi yang enggak lebih dari 10 detik ia mampu membuat video yang enak ditonton dan menghibur. Keren abis!

bryanfurran

7. Global Street Art (@globalstreetart)

Buat yang suka melihat coretan-coretan bagus di tembok, akun ini akan memberi kita pemandangan yang menyenangkan. Kita juga jadi tau seperti apa wujud street art di belahan bumi lainnya. Melihat bagaimana bangunan belasan lantai dindingnya digambar-gambar. Ini beberapa postingannya:

streetart

8. Simply Cool Design (@simply.cool.design)

Yang ini juga salah satu akun favorit gua. Kontennya seputar manipulasi foto dengan gaya vector, tapi banyak juga gambar manualnya. Kalau diperhatiin memang mirip sama akunnya Elia Colombo tadi, tapi bedanya juga banyak. Gua sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan perbedaannya, pokoknya beda lah. Hahaha. Liat aja sendiri, nih:

vector illustration 1

9. Murad Osmann (@muradosmann)

Uniknya akun ini ialah pose foto yang semuanya hampir sama, yang beda cuma background dan pakaian pasangannya. Ya, di akun ini Osman selalu terlihat digandeng oleh seorang perempuan yang gua gak tau apa statusnya. Mereka kerap keliling dunia dan salah satunya ke Indonesia. Ini foto-fotonya:

foto kekinian

10. Gallery Matchstick Photograph (@korekgraphy)

Akun unik yang terakhir ini berasal dari Indonesia. Sebuah seni fotografi yang menjadikan korek api sebagai objek utamanya. Dan sepertinya gua kehabisan kata-kata bagus untuk mendeskripsikannya. Nikmati sajalah…

korekgraphy

 

Nah, itu tadi 10 akun unik dan keren yang gua temukan di Instagram. Kalau kalian tau akun lain yang sama keren, atau bahkan lebih silakan tulis di komentar. Gua akan tambahkan di postingan ini kalau gua juga suka.

Makasih udah mampir dan jangan lupa buang sampah pada tempatnya!

Jobless Story

Bulan ini memasuki bulan kedepalan gua menyandang status sebagai seorang pengangguran. Pada titik ini, topik obrolan tentang pekerjaan, uang dan liburan jadi begitu sensitif buat gua.

Contoh, ketika temen-temen mengeluh tentang pekerjaannya gua malah berharap bisa secepatnya disibukan lagi dengan sebuah pekerjaan.

Ketika mereka ngomongin gaji dan bonus yang akan cair bulan ini, gua cuma berharap sisa uang di dompet masih cukup buat beli bensin dan bayar kopi malam ini.

Dan, ketika mereka bilang mau liburan ke pantai biar bisa upload foto dengan caption ‘vitamin sea’, gua jadi terkenang momen-momen saat dulu suka ngetwit ‘dikejar deadline lebih serem daripada dikejar setan’.

Itu semua bikin baper.

Kalau udah gitu gua cuma bisa berdoa,

Ya Allah, jika engkau belum bisa memberikanku pekerjaan sekarang ini, tolong buatlah teman-temanku jadi pengangguran juga. Aamiin…

Mungkin banyak faktor yang menjadi alasan gua gak kunjung dapat panggilan kerja. Gua menyadari itu. Dan salah satunya adalah kelabilan di dalam diri gua sendiri.

Begini, gua adalah seorang lulusan Teknik Komputer Jaringan yang lebih minat bekerja di dunia kreatif. Gua pengen jadi desainer grafis. Cuma masalahnya skill desain gua pas-pasan. Dugaaan gua, itulah alasan mengapa gua sulit dapat posisi desainer grafis.

Sementara itu, untuk bekerja di dunia IT atau sebagai Technical Support, gua gak cukup percaya diri. Sebab banyak hal tentang ilmu itu yang gua udah lupa. Semenjak lulus dari jurusan TKJ gua hampir gak pernah pelajari hal itu lagi. Bahkan gua hampir lupa gimana cara restart modem.

Beberapa temen nyaranin gua untuk melamar di posisi lain. Gak perlu terpaku sama minat dan basic skill, yang penting kerja. Dan mereka pun merekomendasikan beberapa pekerjaan yang dikira cocok untuk gua. Berikut daftarnya:

IMG_20160814_154433_1471204457192

Owh… beruntungnya punya temen-temen yang peduli kayak mereka. Gua jadi terharu atas ketulusan hati mereka. Tapi ngomong-ngomong, ITU KENAPA ADA VOKALIS TAHU BULAT YA?

Coba tolong jelaskan jenjang karir apa yang bisa dibangun dengan menjadi vokalis tahu bulat? Terlebih untuk orang yang suara nafasnya aja fals kayak gua.

Hadeh…

Namun akhirnya gua pun ngikutin saran mereka untuk melamar di luar bidang dan minat gua. Tiap hari kerjaan gua ngirim lamaran. Abis sarapan ngirim lamaran. Abis makan siang ngirim lamaran. Sore-sore juga ngirim lamaran. Rasanya gua pengen ngegaji diri sendiri atas kerja keras ngirim lamaran yang gua lakukan satu bulan full.

Dan selama gua nyari pekerjaan lewat dunia maya, entah kenapa gua selalu menemukan syarat-syarat rekruitmen yang gak nyambung dengan jenis pekerjaannya. Bahkan beberapa di antaranya seperti nyari dewa dengan bayaran budak.

Gua pernah liat lowongan Content Writer dengan syarat seperti ini:

– mampu menulis 10 artikel perhari
– setiap artikel minimal terdiri dari 500 kata
– mampu menulis dalam 2 bahasa (indonesia dan inggris)
– mengerti tentang fotografi
– memahami penggunaan sosial media seperti facebook, twitter, instagram dan youtube
– mampu mengoprasikan Adobe Photoshop (nilai plus)

Ya ampun, sekalian aja:

– mampu bernapas menggunakan dagu
– mampu bicara dengan Limbad
– mengerti perasaan Awkarin saat diputusin Gaga
– tidak takut kecoa terbang
– tidak menghilang saat lagi disayang-sayangnya (nilai plus)

Dewa banget, men.

Gua berharap para pembuat syarat-syarat aneh segera mendapat hidayah. Sebab takutnya pas dia dapat orang dengan kriteria tersebut perusahaannya udah keburu bubar. Karena pasti susah nyari yang sempurna.

Mungkin syarat-syarat seperti ini pula yang membuat jumlah pengangguran di Indonesia menyentuh angka 7 juta orang. Dan sialnya itu baru yang terdaftar sebagai warga negara Indonesia, tenaga kerja ilegal yang ditransfer Cina belum dihitung. #EAA

Tapi bagaimanapun juga gua gak ingin menyalahkan siapapun atas kenyataan ini. Mungkin memang belum waktunya Allah menghendaki gua untuk bekerja di luar rumah. Dan ini gua anggap sebagai bentuk latihan kesabaran dan kerja keras supaya ke depannya gua jadi manusia yang lebih asoy nan menawan.

Gua jadi inget kutipan-kutipan keren tentang hidup, tapi saking banyaknya gua jadi lupa. Kecuali yang tiga ini:

Pertama,

Wajar aja masalah dan ujian hidup gak selesai-selesai, karena memang hidup kita kan belum selesai. – Latifah

Kedua,

Jangan takut jatuh, karena yang tak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. – HAMKA

Ketiga,

Hakikat sukses itu pembuktian sesungguhnya ada di akhirat nanti. Hiduplah sebagai pemburu surga. – Anis Matta

Ketiga kutipan tersebut cukup menguatkan sekaligus menyadarkan gua bahwa sejatinya hidup ini adalah perjuangan. Nafas adalah waktu kita. Dan yang mampu menghentikan perjuangan ini hanyalah nafas yang berhenti.

So, enjoy it! This is life!

Hari yang Ya Begitulah

“Mas, besok dateng lagi ya, pake baju putih sama celan hitam. Ketemu sama manager-nya.” ucap seorang perempuan yang baru aja ngambil lembaran soal psikotes yang abis gua isi.

Saat itu adalah hari kedua gua dateng ke tempat yang sama untuk ngelamar kerja setelah sebelumnya gua dateng buat ngedrop CV beserta embel-embel lainnya. Kalau besok gua dateng untuk ketiga kalinya dan ternyata gak diterima, kayaknya nangis adalah sebijak-bijaknya keputusan yang gua punya.

Hari ini adalah ketiga kalinya gua dateng ke sebuah tempat digital printing untuk menyelesaikan proses penerimaan karyawan. Sepanjang pengalaman melamar kerja, ini adalah yang paling ribet. Hari pertama, gua ngedrop CV. Hari kedua, ikut tes desain dan tes psikotes. Hari ketiga, interview sama manager-nya. Gua berharap gak ada hari-hari lain kalau ujung-ujungnya gua tetep jadi pengangguran.

Tapi, bagaimana pun juga gua tertarik banget kerja di tempat ini. Gua persiapkan diri sebaik-baiknya supaya dapet kesan yang baik pula di mata manager. Maka gua pilihlah pakaian terbaik yang gua punya. Mulai dari baju, celana, sampai sepatu. Hingga pada saat berdiri di depan cermin gua seperti melihat orang terkeren yang pernah ada. Kekerenan gua ditaksir menyentuh angka 90%. Sedangkan 10% sisanya adalah muka yang gak bisa diapa-apain lagi.

Gua pergi menuju lokasi menggunakan motor zombie warisan bokap. Gua bilang motor zombie karena pajak STNK, lampu sign, dan rem belakangnya mati. Mengendarai motor ini seperti beribadah, karena membuat gua lebih dekat dengan Tuhan.

Selain motor, modal gua kali ini adalah uang 120 ribu di dompet. Di mana 100 ribunya baru gua pinjem dari seorang temen kemarin malem buat ongkos seandainya ada panggilan interview di tempat lain. Gua terpaksa ngelakuin itu karena bener-bener gak ada uang lagi. Saat ini harta yang gua punya hanyalah keluarga.

Pengen nyanyi sountrack Keluarga Cemara, ya Allah…

Gua mendarat di lokasi dengan selamat sentosa. Lalu seorang perempuan mengantar gua ke ruang interview yang berada di lantai 3. Gua mengikutinya dari belakang karena kita menaiki tangga sempit yang hanya cukup untuk satu orang. Dari belakangnya gua mencium aroma yang sedap. Dan itu membuat gua makin percaya diri untuk memulai sesi interview ini.

Kita berhenti tepat di depan ruangan yang pintunya terbuka. Seorang pria paruh baya menyambut gua dengan hangat kemudian mempersilakan gua duduk berhadapan dengannya.

Setelah terjadi beberapa percakapan formal, pria itu melempar tiga pertanyaan yang gua gak ngerti maksudnya apa:

Pertanyaan pertama,

Kalau kamu ngotot minta dibelikan motor oleh ayahmu, semantara ayahmu hanya mampu belikan kamu sepeda. Kira-kira, apa alasan kamu tetap ngotot minta dibelikan motor?

Jawab gua,

Kebutuhan, Pak. Seandainya saya di Jakarta dan punya keperluan di Depok tiap hari, sementara jalur untuk angkutan umum gak memungkinkan, memakan waktu banyak di jalan, ya saya bakal ngotot minta motor.

Pertanyaan kedua:

Manager: kalau kamu seorang customer service yang berhadapan langsung dengan klien, bagaimana kamu tau dia adalah klien besar atau kecil?

Gua: Mungkin dari penampilannya, Pak.

Manager: Kejadian nyata, ada orang datang pakai mobil mewah, penampilannya highclass, tapi dia cuma fotocopy KTP. Jawaban kamu terbantahkan. Ada lagi?

Gua: Dari file yang dibawa, Pak.

Manager: Kejadian nyata juga. Ada orang bawa file banyak, tapi ternyata yang diprint cuma sedikit. Lagi-lagi kamu terbantahkan. Ada lagi?

Sampai sini gua udah bingung banget. Gua gak tau mau jawab apa lagi. Dan gua juga gak tau apa pentingnya pertanyaan-pertanyaan ini.

Gua: Enggak, Pak. Gak tau lagi saya.

Pertanyaan ketiga,

Manager: Kalau kamu seorang hakim dan anak kamu adalah maling yang tertangkap. Keputusan apa yang akan kamu beri ke dia?

Pertanyaan ini kayak pernah gua denger entah di film apa. Gua merasa gak asing dengan pertanyaan ini. Gua berpikir beberapa saat dan mendapatkan jawabannya.

Gua: Saya kasih dia denda kecil, Pak.

Manager: Kenapa begitu? Dia maling, lho.

Gua: Karena dia anak saya.

Manager: Hmm.. oke.

Gua gak tau jawaban itu sesuai sama harapannya atau enggak, tapi kalau gak salah itu jawaban yang gua liat di film au-apaan-gua-lupa.

Selajutnya, kita ngomongin gaji. Negoisasi. Dan gua kecewa.

Bukan gua mengharapkan gaji yang gimana-gimana, cuma sayangnya gaji yang ditawarkan Pak Manager itu jauh dari kebutuhan yang udah gua perhitungkan. Jauh di bawah UMP Depok yang gua tau. Dan gua merasa beberapa menit yang gua habiskan di ruangan itu terbuang percuma. Mungkin lebih tepatnya 3 hari terakhir di tempat itu.

Gua gak fokus lagi sama apa yang Pak Manager katakan. Tubuh gua terasa melemas perlahan. Gua merespon pertanyaan dia dengan iya-iya doang. Rasanya gua cuma pengen pulang.

Setelah turun tangga, di bawah, gua ketemu sama mbak-mbak yang tadi wanginya sedap. Dia nanya gimana hasil interview-nya. Gua bilang, besok dikabarin lagi sama Pak Manager. Lalu gua pamit dan lenyap dari pandangannya.

Di perjalanan pulang gua masih kepikiran sama hal yang baru aja terjadi. Tiga kali dateng dan ternyata gajinya gak sesuai kebutuhan gua. Kalau dilanjutin kayaknya gua cuma dapet capek doang. Gaji itu bakal abis cuma buat ongkos, makan, dan beli ciki chubba 3 bungkus. Ah…

Kondisi lalu lintas Depok saat itu terbilang padat merayap. Beberapa kali gua harus nuruin kaki dari foot-step karena saking macetnya. Gak tau pasti apa penyebabnya, tapi gak butuh waktu lama buat tau jawabannya.

Ada  razia.

Dan gua kena tilang.

“Selamat siang, mas. Boleh liat surat-suratnya?”

“Siang, Pak. Ini silakan,” kata gua sambil menyerahkan STNK berpajak mati dan KTP.

“Pajak STNK-nya mati ini, mas. Platnya juga,” Pak Polisi itu membolak-balik STNK gua sebelum melanjutkan pertanyaannya, “SIM-nya mana, mas?”

Jujur, gua udah gak peduli sama apa yang bakal terjadi selanjutnya. Gua gak panik sama sekali dan gak berniat buat mengelak atau mengadu argumen apapun sama polisi ini.

“Gak ada, pak,” jawab gua datar.

“Sampeyan terlibat banyak pelanggaran ini. Motornya harus ‘dikandangin’.” jelasnya.

“Jangan, pak. Ini motor oprasional. Perlu banget buat ke mana-mana,”

“Udah tau penting kenapa STNK-nya gak diperpanjang?”

“Gak ada duit, pak. Ini aja baru pulang interview kerja. Belum tau juga diterima apa enggak,”

Bukan maksud bermelas diri, tapi gua cuma mencoba jujur sejujur-jujurnya.

“Yaudah, ini mau dibantu bagimana?” tanya pak polisi sambil menepuk lengan gua.

“Gak tau, Pak,”

“Lho, gimana ini sampeyan? Yaudah, bayar denda yang paling kecil aja nih. Gak ada SIM 500.000,” Polisi itu menunjukan nilai denda yang tertulis di sebuah buku.

“Gak ada uang segitu saya, pak. 50 ribu aja bisa gak, pak?”

“Waduh, saya nutupinnya banyak kalo segitu, mas…”

“Gini, pak, jujur aja nih, ya. Uang saya ada 120 ribu. Kalo saya kasih bapak semua saya gak tau gimana nanti pulangnya. Ini buat panggilan interview lagi.” Entah kenapa gua jadi curhat dan berasa ingin nangis di pelukannya.

“Yaudah sini 100-nya aja,”

Huh. Gua menghela napas panjang.

“Nih, pak,”

Polisi itu mengambil dua lembar uang lima puluh ribu dari tangan gua, kemudian mengembalikan STNK dan KTP yang ada di tangannya. Tapi, tanpa disangka, dia juga menyerahkan gumpalan uang yang setelah gua buka bernilai dua puluh lima ribu.

“Lho, ini apa pak?” tanya gua bingung.

“Kamu bawa aja,”

Heh? Ini apa-apaan sih? Tadi minta uang, pas udah dikasih malah dikembaliin. Daripada gua pulang gak megang uang, ya gua ambil aja.

“Oh, gitu.. Yaudah, pak. Salam buat keluarga.”

“Iya, mas, makasih.”

Gua meninggalkan lokasi razia dengan hati yang gak tau lagi berbentuk apa. Setengah hari ini semesta sukses menghantam perasaan gua. Badan terasa lemes semua dan fokus gua di jalan raya udah minim banget. Yang ada di pikiran gua saat itu adalah… gua mau makan sop buah. Titik.

Perjalanan menuju rumah macet parah. Keringet mengucur deras di balik kemeja putih yang gua kenakan. Yang lebih mengkhawatirkan, tukang sop buah belum kelihatan batang hidungnya.

Gua hampir sampai rumah tapi gak mendapati satu pun tukang sop buah. Akhirnya gua mengubah haluan ke tukang es kelapa pinggir jalan.

Gua duduk dan bersandar di kursi bambu reot yang entah kenapa terasa begitu nyaman. Sejenak gua lupakan kejadian-kejadian yang baru gua alami. Gua menghayati setiap teguk air kelapa dingin yang mengalir di tenggorokan. Dan saat itu, dunia terasa cuma milik gua dan si abang tukang es kepala.

Processed with VSCO with g3 preset

sebuah bahagia yang katanya sederhana

Sebisa mungkin gua menghalau pikiran-pikiran tentang kejadian barusan. Gua mau fokus menikmati es kelapa ini beserta suasananya. Gua memperhatikan apa yang ada di sekitar gua. Di sebelah kiri, ada tukang mie ayam yang entah mengapa mbak-mbaknya pelayannya manis banget. Gua gak ngerti ini halusinasi atau apa, tapi kayaknya si mbak itu cukup bikin semut-semut bimbang kalau dia duduk di deket tempat gula.

Di sebelah kanan gak ada apa-apa. Tembok doang.

Ini adalah hari yang cukup aS[d]xP*^2kaL#1$ buat gua. Mungkin untuk memperjelas keadaan hari ini gua perlu melengkapinya dengan gambar ilustrasi. Di mana setelah melihatnya kalian akan bener-bener ngerti apa yang gua rasakan. Gambar ini sekaligus jadi penutup postingan 1403 kata ini. Dan semoga gak ada yang kesurupan.

SAMPAH

Inspirasi Desain CV Kreatif

Setelah kemarin bikin mock-up CV Kreatif buat dibagikan gratis, sekarang gua malah kepikiran buat berbagi referensi tentang CV tersebut, karena barangkali ada dari kalian yang pengen bikin sendiri sesuai dengan selera masing-masing.

Buat yang belum tau, CV Kreatif adalah daftar riwayat hidup yang memiliki desain unik dan berbeda dari daftar riwayat hidup pada umumnya. CV seperti ini biasanya dipakai buat melamar pekerjaan di industri kreatif seperti agensi iklan, e-commerce, digital printing dan lain sebagainya.

Mungkin bisa juga buat di industri lain, cuma sayangnya gua belum pernah coba. Jadi jangan salahin gua kalau kalian gak kunjung dapat panggilan kerja dan diomelin emak karena bangun siang mulu.

Di bawah ini udah gua siapkan beberapa contoh CV yang menurut gua keren abis, yang semoga bisa memberi kita pencerahan untuk membuat desain yang lebih “gue banget”. Dan, seandainya nanti berhasil diterima kerja jangan lupa traktir gua!

Oke, langsung aja, ini dia 10 contoh CV Kreatif untuk inspirasimu:

creative resume1

creative resume3

creative resume8

creative resume5

creative resume2

creative resume9

creative resume7

creative resume4

creative resume6

creative resume10

Tips:
Demi hasil print yang maksimal, sebaiknya CV model begini diprint menggunakan art paper bukan kertas HVS.

Oiya, gak usah khawatir kalau kalian mau punya CV kayak di atas tapi gak bisa desain atau gak punya cukup waktu untuk membuatnya. Gua dengan senang hati akan membantu kalian membuat CV kalian sendiri. Silakan hubungi gua lewat Whatsapp di 082112383400 atau Line dengan ID tatatirs.

Semoga bermanfaat.

 

Images source: google.com & behance.net

Virus Generasi Muda

Selamat hari raya Idul Fitri, temen-temen!
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.
Mohon maaf lahir dan batin.

Gimana, udah dapet pertanyaan ‘kapan nikah’ berapa kali?

Alhamdulillah, gua gak dapet sama sekali. Mungkin tanpa perlu nanya sodara-sodara gua udah bisa melihat aura kejombloan yang terpancar dari raut wajah ini. Dan mereka gak ingin membuang waktunya untuk menanyakan pertanyaan yang jawabannya mereka sendiri udah tau.

Gapapa. Lagipula, kalau beneran ditanya gua gak akan bisa jawab.

Oke, sebenernya, postingan ini bukan ingin membahas suasana lebaran atau apapun yang berhubungan dengan itu. Tapi membahas hal lain yang tiba-tiba aja mengganggu ketenangan diri gua. Mungkin dengan menuliskannya gua bisa jadi lebih tenang. Atau paling enggak, jumlah postingan blog ini jadi bertambah satu.

Keresahan bermula ketika gua selesai berlebaran ke rumah sodara di hari kedua. Malam itu gua mengistirahatkan diri dengan menonton tv sambil tiduran. Gua menekan-nekan tombol di remot sebelum akhirnya berhenti di SCVT. Di channel itu nampak seorang laki-laki dan perempuan sedang berdialog tentang kisah cinta yang krusial. Ekspresi wajah keduanya keliatan begitu menjiwai. Alunan backsound-nya terdengar syahdu dan membuat suasana jadi mengharukan.

Kalau aja gua seorang pecinta sinetron mungkin gua akan hanyut terbawa suasana dan baper seketika, tapi sayangnya gua bukan. Yang ada gua malah geli melihat adegan tersebut. Geli banget.

Kenapa?

Karena menurut gua kedua pemeran itu lebih cocok ngerjain PR bareng dibanding ngomongin cinta-cintaan. Mereka lebih layak pusing oleh sin cos tan daripada oleh kesetiaan cinta. Dan yang paling geli adalah dialognya yang enggak sesuai umur. Perpaduan antara sok bijak dan sok puitis. Gua yakin Mario Teguh waktu muda juga gak gitu-gitu amat.

Gua tonton lebih lama karena penasaran akan ada apalagi setelahnya. Semakin lama gua semakain yakin bahwa ini gak boleh ditonton sama adek-adek gua. Sebuah tayangan yang begitu dipaksain. Mulai dari ide cerita sampe dialognya. Sifat dan adegan remaja-remajanya disetting seperti orang dewasa yang mau nikah besok. Sampe sini gua mulai mengkhawatirkan anak-anak dan remaja yang nonton tayangan itu. Kebayangan kengerian kalau mereka sampe niru apa yang ada di sana.

Persoalan cinta emang bukan milik orang dewasa aja. Tapi kayaknya kisah percintaan anak ABG gak perlu diekspos sedemikian rupa sampe-sampe menimbulkan kesan cinta adalah masalah paling penting dalam kehidupan anak remaja. 

Sebenernya, apa sih motivasi orang yang bikin tayangan-tayangan kayak gitu?

Apa karena kehabisan ide cerita menarik untuk orang dewasa?

Apa sengaja ingin menciptakan generasi yang penuh drama?

Apa yang terjadi pada generasi muda Indonesia belakangan ini belum cukup membuat mereka sadar?

Anak SD pacaran. Anak SMP diperkosa dan memperkosa. Anak SMA hamil di luar nikah, aborsi. Dan kasus-kasus lain yang bermula dari cinta-cintaan dini.

Itulah mengapa gua gak pernah heran ketika liat berita-berita mengenaskan soal seksualitas di media. Baik yang dilakukan remaja maupun orang dewasa. Abis kayaknya emang semua sajian menjurus ke sana. Pacaran, pegangan tangan, pelukan, elus-elus, dan bahkan ngobrol aja mukanya sampe deket banget. Itu baru di tv, yang di film lebih-lebih. Ciuman dan ML adalah hal yang lumrah.

Atas semua doktrin ini, tetep masyarakat yang disalahkan. Dan masyarakat pun membela dirinya masing-masing.

Yang laki-laki menyalahkan perempuan atas pakaiannya, sedangkan yang perempuan menyalahkan laki-laki atas pikirannya kotornya. Kalaupun ada pihak yang harus disalahkan gua lebih setuju jika itu adalah media.

Begini…

Kenapa perempuan mau dan berani berpakaian seksi atau terbuka?

Menurut gua karena tayangan-tayangan di tv, film, majalah dan internet memberi mereka referensi tentang fashion terkini. Yang entah mengapa makin ke sini makin menyisakan sedikit bahan pada tubuh mereka. Ketika fashion itu mulai dinilai sebagai tren, para perempuan berbondong-bondong menirunya dengan dalih kekinian. Mungkin ada yang awalnya risih, tapi karena ngeliat tetangga dan temen-temennya nyaman, akhirnya dia jadi nyaman juga.

Gua jadi ngerasa lucu. Ketika zaman makin maju tapi kelakuan manusianya malah mengalami kemunduran. Ketika orang-orang di daerah tertinggal mulai belajar memakai baju dan mengikuti peradaban, orang-orang  yang udah mengenal peradaban modern malah kembali belajar telanjang.

Lucu, kan.(?)

Terus, kenapa laki-laki berpikiran kotor?

Faktor paling mendasar itu jelas karena kurangnya kekuatan iman. Menurut gua, iman adalah benteng tertangguh dalam diri seseorang. Kalau imannya lemah, maka kelakuannya akan dikendalikan oleh nafsu. Kalau nafsu udah berkuasa, nekat adalah sebaik-baiknya jalan.

Kurangnya iman akan memudahkan konten-konten berbahan dasar nafsu masuk ke diri seseorang. Dan kalau yang media sajikan adalah konten-konten seperti itu maka bukan hal yang aneh bila terjadi kejahatan seksual. Ibaratnya, bensin disambar api.

Sering kita mengecam tindakan orang-orang yang melakukkan kejahatan seksual, tapi kita nyaman-nyaman aja saat media mencekoki kita dengan konten-konten pemicunya. Mungkin sebagian kita menuntut orang lain untuk bijak saat mengkonsumsi konten di media, tapi perlu kita ingat gak semua orang bisa berlaku bijak. Gak semua orang sewaras yang kita kira. Untuk itu kita jangan cuma menyalahkan, tapi juga berusaha mencegah.

Menurut gua cara mencegahnya ada 4:

1. Protes ke media terkait tentang konten-kontennya gak sesuai dengan adat dan norma-norma masyarakat kita.

2. Jangan akses konten tersebut. Kalau tv jangan ditonton, kalau majalah jangan dibeli, kalau website jangan dibuka.

3. Bentengi diri dengan iman. Belajar agama dan amalkan ilmu-ilmunya.

4. Beri pengetahuan pada adek-adek kita tentang bagaimana gaya hidup anak-anak atau remaja seharusnya. Apa yang boleh dan gak boleh dilakukan. Tentunya dengan gaya bahasa yang sesuai.

Kalau kegilaan media ini dibiarin tumbuh sumbur tanpa perlawanan dan pertahanan, gak usah bermimpi bakal terwujud generasi Indonesia yang unggul. Kita cuma bakal jumpai jiwa-jiwa yang melempem ketika mendapati tekanan. Orang-orang yang langsung pengen bunuh diri ketika diputusin pacar. Orang-orang yang ketika dikasih kritik langsung menyebut hater. Orang-orang yang enggan berpikir kritis. Orang-orang yang hanya peduli pada dirinya sendiri.

Coba deh, kita mulai lakuin hal yang berpotensi membawa perubahan baik, terutama untuk orang banyak. Gak masalah meskipun itu kecil. Faktanya, beberapa tindakan kecil malah menimbulkan efek yang besar. Dan jangan pernah berpikir langkah itu bakal sia-sia, karena Allah emang nyuruh kita buat berusaha, sedangkan hasil akhir itu milik-Nya. Sekalipun kalah atau gagal, seenggaknya kita udah berjuang dan melawan. Kita gak kalah sebagai pecundang.

Gile, ini bahasan gua serius banget yak? Hahaha… tapi biar aja lah, kebanyakan bercanda atau santai-santai malah bikin hati mati. Gua takut akan hal itu. Dan gua terima apapun pendapat kalian setelah baca tulisan ini. Pro maupun kontra. Karena kita emang harus tumbuh dalam perbedaan dan harus bisa menghargainya.

Sampai ketemu di postingan selanjutnya!

 

Oiya, kapan nikah?

Ahelah!

Ternyata ada yang lebih menyedihkan dari kehilangan seseorang ataupun barang kesayangan. Ada yang lebih menyebalkan dari mengambil semur daging tapi pas digigit lengkoas.

…yaitu ketika kita punya kebiasaan baru yang beda dari manusia normal pada umumnya. Kebiasaan yang enggak pernah diharapkan tapi bimsalabim! terjadilah.

Beberapa minggu belakangan ini gua jarang tidur di malam hari. Bukan sesuatu yang disengaja, tapi entah kenapa setiap gua matiin lampu kamar dan mencoba untuk tidur pikiran gua malah terbang ke mana-mana. Mendadak jadi banyak hal yang terlintas di kepala ini. Cita-cita, keluarga, agama, negara, jodoh, mantan, pekerjaan dan lain sebagainya.

Setiap gua berusaha buat tidur pikiran-pikiran itu tumbuh semakin liar dan secara perlahan merenggut rasa kantuk gua. Mengubah posisi tidur pun enggak turut mengubah keadaan. Cuci muka juga sama. Menutup muka pake bantal apalagi. Akhirnya, malam yang gua harapkan jadi momen istirahat sering berakhir jadi ajang main hape atau laptop sampai bego.

Awalnya gua pikir kebiasaan ini akan hilang dalam beberapa hari ke depan, tapi nyatanya sampai sekarang sama aja, bahkan telah menimbulkan ketakutan baru buat gua. Sebab mulai nampak warna kehitaman di sekitar area kelopak mata ini dan gua khawatir orang-orang akan menyangka gua siluman panda.

Yang lebih bikin parno, artikel ini menyebutkan beberapa penyakit mengerikan yang bisa timbul akibat begadang. Di antaranya penyakit jantung dan stroke, kanker (dalam definisi sesungguhnya, bukan kantong kering),  diabetes, dan alzheimer.

Semua ini bikin gua sedih sekaligus kesel. Sedih karena mengingat ancaman berbagai penyakit itu. Sedangkan kesel karena susah banget ngembaliin pola tidur seperti sebelumnya. Maka beruntunglah kalian yang saat ini memiliki pola tidur dan kehidupan yang normal. Dan berdoalah supaya itu terus terjaga.

Tapi seenggaknya dengan keadaan ini gua bisa membuktikan sebuah ungkapan yang berbunyi “ada hikmah di balik setiap kejadian”. Di satu sisi ini jadi kenyataan buruk buat gua, sedangkan di sisi lain jadi kabar baik buat orang rumah. Kenapa?

Mereka jadi gak pernah kesiangan bangun sahur.

CV Kreatif Untuk Segala Bidang

Setelah jatuh-bangun ngumpulin niat buat bikin CV baru, akhirnya kemarin sore gua mulai bangkit dan nyicil desainnya sedikit-sedikit. Syukurlah, abis Subuh tadi semuanya beres.

Gua udah gentayangan di rumah terlalu lama dan rasanya butuh suasana baru. Maka dengan CV ini gua berniat melamar kerja di kantor lagi. Karena jujur aja banyak hal yang gua kangenin dari kerja kantoran. Misalnya, berinteraksi sama banyak orang, dapat ilmu dan pelajaran baru, atau nerima gaji bulanan.

Sebenernya gua lebih kangen sama yang terakhir itu sih.

Di rumah pun gua juga punya penghasilan, dari jasa vector dan desain serabutan. Cuma masalahnya, itu semua belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup bulanan gua. Sehingga yang terjadi adalah gua sering ngungsi di rumah nyokap. Kalau kata anak kost, perbaikan gizi, tapi bagi gua lebih dari itu, melainkan sebuah cara terakhir bertahan hidup.

Balik lagi soal CV,

Inilah penampakannya setelah gua berjam-jam di depan latop:

cv

Gua sengaja memilih bahasa Indonesia sebagai isinya, beda dari kebanyakan CV grafis bisa kalian liat di internet. Alasannya, gua suka dan bangga banget sama bahasa ini. Gak semua negara bisa punya bahasa nasionalnya sendiri. Dan bisa dibilang ini salah satu wujud keistimewaan negeri ini.

Ditambah, gua mau melamar kerja di perusahaan Indonesia yang berada di Indonesia. Buat apa pake bahasa asing kalau nanti yang nerima CV ini pun paham bahasa di dalamnya? Kalaupun enggak paham, resiko terburuknya paling gua gak diterima. Itu sama halnya kayak gua ditolak dengan alasan kriteria yang belum memenuhi standar rekruitmen perusahaan. Belum rejeki aja.

cv1

Gua juga sengaja pakai warna-warna terang di CV ini, bukan sebagai simbol pendukung LGBT, tapi supaya kesannya lebih anak muda aja. Fresh graduate, gitu lah. Soalnya, selain dipake sendiri, CV ini juga gua niatkan buat dibagikan secara GRATIS untuk temen-temen yang MAU. Yang mungkin baru lulus dan pengen ngelamar kerja.

Emangnya ini berlaku untuk profesi selain desain grafis dan ilustrator?

Eits, gak usah khawatir.

Itulah alasan mengapa gua mendesain ini semi formal dan gak terlalu artsy. Karena tadi, niatnya buat berbagi. Jadi supaya bisa digunain sama orang-orang yang gak cuma melamar sebagai desainer grafis atau ilustrator, tapi juga bidang apapun yang ada di industri kreatif.

cv2

File yang gua sediakan cuma dalam format PSD, bukan AI, bukan juga yang lainnya. Ini artinya kalian cuma bisa mengeditnya lewat software Adobe Photoshop. Gak bisa pakai Microsoft Excel. Apalagi Camera 360.

Ukurannya A4 dan resolusi gambarnya udah standar cetak internasional: 300 dpi. Jadi kalau kalian pengen print CV ini bisa banget. Gambarnya gak bakal pecah-pecah kayak bibir orang yang kekurangan vitamin C.

Untuk dapetin CV ini caranya gampang aja. Kalian cuma perlu mengunduhnya dari Dropbox. Filenya juga gak besar, gak sampai 4 MB. Download: CV Colorfull

Kalau masih ada yang gak dimengerti kalian boleh nanya-nanya di kolom komentar. Atau lewat email juga bisa: jihadantar@gmail.com, dengan subjek dan isi suka-suka kalian. Yang penting maksudnya jelas dan bahasanya sopan.

Yaudah, kayaknya itu aja yang mau gua sampein. Semoga bermanfaat dan semua senang. Gua cuma minta satu hal, doain biar gua cepet diterima kerja. Hehehe.

Daaah!

Nama Pemberian Papski

Menurut kalian, seberapa penting peran sebuah nama?

Menurut gua, penting banget. Pemberian nama gak boleh sembarangan karena nantinya akan berdampak langsung pada si pemilik nama tersebut. Bahkan, orangtua jaman dulu bilang nama adalah doa.

Nama lengkap gua Muhammad Antar Jihad. Kata nyokap, nama itu pemberian bokap yang kemudian di-acc oleh dia. Dalam nama itu mereka berharap gua akan jadi seorang yang berani berperang membela agama Allah. Sungguh mulia sekali. Tapi mereka gak tau, di balik harapan itu ada anak yang berperang batin melawan ejekan teman-teman di sekolahnya. Bukan ingin menyalahkan kedua orangtua, mereka gak salah karena jelas doanya bagus, hanya saja lingkungan dan sistem di sekitar gua enggak sesuai dengan nama yang mereka beri saat itu.

Waktu awal-awal masuk SD gua dipanggil Antar sama para penghuni kelas. Lambat laun, gua makin akrab dengan mereka, dan sebagaimana pergaulan sekolah pada umumnya, pasti ada yang namanya bullying. Kabar baiknya, orangtua teman-teman gua gak mendapati anaknya menangis karena di-bully teman kelasnya. Kabar buruknya, gua yang selalu kena bully teman sekelas.

“Antar antar pisang, pisangku belum masak. Masak bigi di hurung  bari-bari. Manggalepak manggalepok, patah kayu bengkok, bengkok dimakan api apinya cengcurupan…”

Gua hafal betul alunan sialan itu. Bukan menyalahkan penciptanya, tapi bocah-bocah setengah kampret itulah yang gua benci karena memodifikasi lagu tanpa menjadikannya lebih baik. Kalau penciptanya denger pasti sedih.

Tiap jam istirahat, anak perempuan dan laki-laki mulai berkumpul di lapangan upacara. Ada yang sambil makan tepung diayamin. Ada yang minum es teh sisri di plastik dan dipegang erat-erat. Ada juga yang gak jajan sama sekali. Mereka semua bersatu. Dan dengan serentak, tanpa keraguan sedikitpun di hati mereka mengalunkan nyanyian tadi keras-keras, sampai gua yang saat itu juga ada di lapangan langsung pengin berubah jadi bayi komodo.

Untungnya bullying itu gak bertahan lama. Setiap tahun makin berkurang personil yang menyanyikan lagu itu. Entah karena mereka bosan atau udah puas gua gak tau. Tapi di kelas 5 dan 6 gua bener-bener gak mendengar siapapun menyanyikan lagu itu lagi. Sialnya, sekarang, tiap mendengar lagu itu dengan lirik aslinya sekalipun gua tetep merasa seperti mendengar nyanyian mimpi buruk.

Itu baru di bagian Antar-nya. Akhir-akhir ini nama belakang gua juga jadi perbincangan luas. Maksudnya bukan gua diomongin orang-orang, tapi mulai banyak orang yang bicara soal Jihad tanpa tau arti yang sebenarnya.

Kalau boleh tau, apa yang pertama ada di pikiran kalian ketika mendengar kata Jihad?

Terorisme?

Isis?

Islam radikal?

Atau apa?

Di twitter dan instagram sering gua dapati orang-orang yang mengartikan Jihad sebagai tindak terorisme, isis, atau sesuatu yang berhubungan dengan islam radikal. Jujur, gua sedih mengetahui hal tersebut. Gua gak ngerti kenapa banyak di antara kita yang masih begitu polosnya menerima doktrin-doktrin dari media mainstream tanpa pernah berusaha mencari arti yang sebenarnya.

Apalagi, dewasa ini banyak juga orang yang mulai mengecam tayangan-tayangan di televisi nasional. Katanya pembodohan lah, merusak moral bangsa lah, atau apapun istilahnya, tapi ketika televisi bicara soal terorisme malah langsung ditelan mentah-mentah. Ini ironis gak sih?

Udah gitu, ciri-ciri teroris yang diberitakan selalu sama. Berjenggot, celana ngatung di atas mata kaki, dan biasanya orang islam. Ketika di Mall Alam Sutera terjadi ledakan bom dan pelakunya enggak berjenggot, bercelana enggak ngatung di atas mata kaki, dan bukan orang islam, itu gak disebut sebagai teroris. Ketika tanah Palestina dijajah orang israel, rumah-rumah mereka dirudal, perempuannya diperkosa, rakyatnya dibunuh, organ-organ mayatnya diambil untuk dijual, gak ada media mainstream yang heboh mengatakan itu wujud tindak terorisme.

Gua jadi bingung, sebenernya, kita didoktrin untuk memerangi terorisme apa memerangi orang islam sih? Kok kayak ada standar ganda ketika bicara soal terorisme?

Seiring dengan hal tersebut, gua mau buktiin pada semua orang kalau sebenernya makna Jihad itu gak seburuk yang dipropagandakan golongan tertentu. Maka, dengan pede gua mengganti beberapa username sosial media gua dari @tirs_ atau @tirsme menjadi @anjihad. Dengan begitu gua berharap ada orang yang berpikir kenapa gua sepede itu dan akhirnyamencari tau apa arti Jihad yang sebenarnya. Kalaupun gak ada, ya gak apa-apa, kan berharap itu hak segala bangsa.

Kalau kalian cari di internet akan banyak hasil yang menjelaskan apa itu jihad, karena memang arti jihad itu sendiri luas. Tapi, gua rasa artikel yang satu ini membahas jihad dengan cukup jelas, padat, dan mudah dipahami: http://ibnuaudah48.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-jihad-yang-sebenarnya.html. Silakan dibaca kalau minat.

Dan kalau boleh sedikit menengok sejarah kemerdekaan Indonesia, Jihad menjadi salah satu upaya kemerdekaan ini terwujud.

“Sebelum terjadinya peristiwa perang antara arek Surabaya melawan tentara Inggris tanggal 10 Nopember 1945, Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU)Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Fatwa Jihad bagi seluruh umat islam yang berada dekat dengan Kota Surabaya untuk mau ikut berperang melawan penjajah.” – Sumber: http://www.nakhodaku.com/2015/10/sejarah-resolusi-jihad-nu-sebuah-fatwa.html

Bahkan di salah satu video youtube yang pernah gua tonton menjelaskan bahwa hukum jihad yang difatwakan KH Hasyim Asy’ari adalah fardhu ain. Itu artinya wajib dilakukan. Jadi, para penjajah bukan hanya diserang face to face oleh rakyat Indonesia yang berkelompok, tapi juga diserang mendadak oleh siapapun orang (Indonesia) di sekitarnya. Ibu-ibu, anak-anak, dan lain sebaginya. Benda yang digunakan juga beragam, pisau dapur, batu, kayu balok, mungkin kalau jaman dulu udah ada tongsis bisa jadi pakai itu.

Ya, gua kira di jaman modern ini kita jangan mudah termakan berita-berita gak jelas, apalagi kalau sudah condong menyerang atau memojokkan suatu golongan. Kadang, ada kepentingan oknum atau golongan lain di sana. Sekarang masalah kita bukan lagi tentang sulitnya mencari informasi, tapi membedakan mana informasi yang benar dan salah.

Akhir kata, gua berharap kita semua lebih bijak dalam menyerap informasi. Tetap kritis dan jangan apatis. Dan semoga kita selalu ditunjukkan jalan kebenaran oleh-Nya.

Oiya, satu lagi, untuk Papski di alam sana:

Makasih, Pah. Nama pemberianmu keren!